Krisis Pertanian Melanda Desa Toro: Produksi Panen Padi Menurun Tiga Tahun Terakhir, Durian Pun Ikut Terdampak
Desa Toro, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi
Masyarakat adat Ngata Toro tengah menghadapi kondisi pertanian yang cukup memprihatinkan. Selama tiga tahun terakhir, petani padi mengalami penurunan hasil panen yang terjadi secara berulang akibat serangan hama tikus, hama merah, serta menurunnya ketersediaan air sawah. Dalam satu tahun terakhir, kondisi serupa juga mulai dirasakan pada tanaman durian yang menjadi salah satu sumber pendapatan masyarakat.
Hamparan sawah yang sebelumnya menjadi sumber pangan utama masyarakat kini banyak mengalami kerusakan. Tanaman padi tampak mengering, sebagian bulir kosong, dan banyak area sawah tidak dapat dipanen secara maksimal. Kondisi tanah yang mulai retak akibat kekurangan air semakin memperparah keadaan.
Masyarakat menjelaskan bahwa serangan tikus terjadi hampir setiap musim tanam. Hama tersebut merusak batang dan memakan bulir padi yang mulai berisi. Selain itu, munculnya hama merah menyebabkan daun padi berubah warna menjadi kecoklatan dan mengering dengan cepat.
“Biasanya hasil panen cukup untuk kebutuhan keluarga dan cadangan, tetapi sekarang hasilnya sangat menurun. Bahkan ada lahan yang tidak bisa dipanen sama sekali,” ungkap salah satu petani di Desa Toro.
Selain padi, tanaman durian masyarakat juga mengalami penurunan hasil dalam satu tahun terakhir. Banyak bunga dan buah muda berguguran sebelum berkembang sempurna. Sebagian buah juga mengalami kerusakan akibat serangan hama dan perubahan cuaca yang tidak menentu.
Kondisi ini memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Tidak hanya mempengaruhi pendapatan petani, tetapi juga mengancam ketahanan pangan keluarga. Kurangnya pasokan air irigasi menjadi salah satu persoalan utama yang paling dirasakan petani. Debit air yang mengalir ke area persawahan semakin berkurang dibanding tahun-tahun sebelumnya. Akibatnya, lahan sawah menjadi lebih kering dan tanaman lebih rentan terserang hama.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat tetap berupaya mempertahankan pertanian mereka melalui kerja bersama dan berbagai inisiatif lokal. Masyarakat berharap adanya perhatian dan dukungan dari pemerintah maupun pihak terkait untuk membantu penanganan hama, perbaikan irigasi.
Bagi masyarakat Ngata Toro, pertanian bukan hanya sumber ekonomi, tetapi juga bagian penting dari kehidupan, budaya, dan keberlanjutan pangan keluarga. Karena itu, pemulihan sektor pertanian menjadi harapan besar agar masyarakat dapat kembali mengelola lahan secara produktif dan berkelanjutan.